Tidak Patuhi SOP, Gerai Rapid Test Antigen di Kawasan Pelabuhan Ketapang Disegel

    Tidak Patuhi SOP, Gerai Rapid Test Antigen di Kawasan Pelabuhan Ketapang Disegel

    Banyuwangi - Akhirnya tim gabungan menyegel sejumlah gerai rapid test antigen. Gerai rapid test antigen yang ditutup petugas gabungan berada di sekitar Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Penyegelan ini dilakukan karena gerai tersebut dinilai tidak mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP).

    Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, sejak awal tahun 2022, Satgas Covid-19 terus mengevaluasi keberadaan gerai rapid test antigen di Banyuwangi. "Dari belasan gerai, baru tujuh yang sudah mendapat rekomendasi. Jadi, di luar itu kita tutup dan disegel, " ujar Amir Hidayat.

    Menurutnya selama ini gerai sudah diberikan keleluasaan mengurus izin dan rekomendasi. Namun hal tersebut masih diabaikan. "Kami sudah memberikan himbauan melalui tindakan persuasif, bimbingan hingga tindakan ringan. Namun masih diabaikan sehingga sekarang menjadi upaya yang lebih tegas, " jelasnya.

    Amir menyebut, kecacatan prosedur yang paling dominan yakni perihal kurangnya sumber daya manusia (SDM). Banyak gerai yang beroperasi selama 24 jam, namun SDM atau tenaganya jauh dari kata cukup. Gerai beroperasi selama 24 jam, sehingga ada 3 shift dan idealnya harus ada 6 tenaga kesehatan yang bertugas. Jadi, per shiftnya dua orang.

    Vixion 2017 Full Modif Keren
    market.biz.id Vixion 2017 Full Modif Keren
    4% Rp 25.000.000
    Beli sekarang!

    "Soal pengelolaan sampah dan limbah medis harus dilakukan oleh tenaga profesional, dalam hal ini klinik harus bekerjasama dengan transporter. Ini wajib, namun beberapa gerai yang ada di Ketapang masih belum memenuhi itu, " ungkapnya.

    Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi, Irianto menegaskan jika pihaknya tidak pandang bulu dalam menyikapi persoalan gerai rapid test antigen unprosedural. "Kita tidak ingin kasus seperti kemarin terulang kembali. Ada gerai yang mengeluarkan surat rapid tanpa tes. Jika sudah seperti ini, konsekuensinya ada di aparat penegak hukum, " kata Irianto.

    ADV.CO.ID
    market.biz.id ADV.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Banyuwangi Jatim
    Suhardi

    Suhardi

    Artikel Sebelumnya

    Balai Pengobatan Pangkalan TNI AL Banyuwangi...

    Artikel Berikutnya

    Percepat Pertumbuhan Ekonomi, Gubernur Jatim...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Syafruddin Adi

    Syafruddin Adi verified

    Postingan Bulan ini: 183

    Postingan Tahun ini: 3282

    Registered: Apr 8, 2021

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 136

    Postingan Tahun ini: 2541

    Registered: May 25, 2021

    Narsono Son

    Narsono Son verified

    Postingan Bulan ini: 70

    Postingan Tahun ini: 614

    Registered: Jul 9, 2020

    Siswandi

    Siswandi verified

    Postingan Bulan ini: 68

    Postingan Tahun ini: 892

    Registered: Jul 11, 2020

    Profle

    wirzalcan verified

    Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid dan Peningkatan Pendapat Warga,Walinagari Sungai Buluh Bagikan Bibit Tanaman Mangga dan Manggis
    Klaim Pendidikan Seksual dalam Konten Media Sosial, Dosen UNAIR: Bukan Kegiatan Seksual dengan Tanggung Jawab
    Dituntut Kepastian Laporan Terkait Kasus Penyerobotan Tanah dan Pemalsuan Surat, Ini Jawaban Kasat Reskrim Polres Bantaeng
    Balasan Surat Pelaksana D.I Batang TerusanK Embali Dibalas LSM AntiK Orupsi Terkait Dugaan Adanya Pelanggaran Dalam Pelaksana Pekerjaan

    Rekomendasi

    ITS Mitigasi Risiko Bencana untuk Tingkatkan Ketangguhan Kota Surabaya
    ITS Dorong Peningkatan Kekayaan Intelektual Melalui Klinik HKI
    Mahasiswi FIB Raih Juara 2 di LANGGAM Indonesia
    Tim Spektronics ITS Rebut Juara di Ajang Chem-E-Car Internasional
    Kadispenad: 51 Anggota NII Deklarasi Kembali ke NKRI di Wilayah Kodam III/Siliwangi

    Ikuti Kami