Tahun Politik, Awas Propaganda Adu Domba Antar Institusi

    Tahun Politik, Awas Propaganda Adu Domba Antar Institusi
    Foto: Sindo News

    (Opini Redaksi) Beberapa hari lalu Pimpinan DPR RI sudah mengetok tanda hitung mundur Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, bersamaan dengan disetujuinya hari pemungutan suara dan jadwal tahapan Pemilu Legislatif dan Presiden serta Pemilu Kepala Daerah.

    Semua partai dan tokoh politik yang akan berkontestasi dalam pemilu mendatang, kini mulai bersiap membangun strategi politik dan strategi komunikasi untuk mendapatkan perhatian, simpati hingga mendapatkan suara dari para pemilih. 

    Saling menjual kecap nomor satu untuk diri mereka sendiri, sekaligus menjatuhkan popularitas lawan kompetitornya, pasti akan menjadi menu yang akan tersaji di jagad asli dan jagad maya pada kehidupan bangsa kita hari-hari mendatang.

    Sayangnya, dalam mengejar popularitas dan elektabilitasnya partai dan tokoh politik di tanah air, juga kerap memantik api, yang sebenarnya berisiko tinggi karena mempertaruhkan keutuhan dan persatuan bangsa. Ada saja, tokoh dan partai politik, yang kerap melontarkan isu dan pesan, yang bukan saja mendiskreditkan lawan politiknya, tetapi juga merongrong kewibawaan institusi-institusi di negara. Adalah menjadi tugas warga bangsa untuk tetap menjaga marwah keutuhan TNI dan Polri. 

    JEJAKPOLITISI.COM
    market.biz.id JEJAKPOLITISI.COM
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Ada pesan yang mencoba untuk menghadap-hadapkan TNI, terutama Angkatan Darat dengan Polri, sebagai kekuatan pertahanan dan keamanan di negara kita. Tidak cukup sampai di sana, ada juga pesan yang mempertentangkan pejabat Polri atau TNI dengan atasan atau bawahannya. Sebuah hal yang tentu amat berbahaya untuk soliditas kedua institusi tersebut.

    Fenomena seperti yang ditulis di atas, dalam ranah ilmu komunikasi biasa disebut dengan pesan propaganda. Si pengirim pesan, akan mencoba meyakinkan orang yang mereka kirimkan pesan, tanpa melihat apakah pesan tersebut mengandung kebenaran atau tidak. Bagi mereka, selama tujuan pesan tadi dapat menguntungkan mereka, maka model pengiriman pesan seperti itu, akan mereka lakukan. Termasuk mendiskreditkan pihak ketiga, yang hanya dijadikan sasaran mereka, untuk mengambil keuntungan atau mengalahkan lawan sebenarnya mereka.

    Dalam hal ini, bisa saja, sebenarnya apa yang dilakukan tokoh dan partai politik, bukan untuk mengalahkan institusi seperti TNI dan Polri, tetapi secara tidak langsung, langkah propaganda mereka, akan sangat menguntungkan langkah politik mereka. 

    Menghadapi maraknya fenomena di atas hingga Pemilu 2024, rasanya tidak ada jalan lain, selain meningkatkan soliditas internal Polri maupun dengan institusi di luar Polri, seperti TNI. Kemesraan bukan sekedar jargon atau tampilan para elite pimpinan kedua institusi tersebut, tetapi harus bisa diaplikasikan pada level terbawah, anggota pasukan masing-masing institusi.

    Neapolitan Pizza
    market.biz.id Neapolitan Pizza
    8% Rp 1.450
    Beli sekarang!

    Seluruh pesan yang disampaikan harus sama, dari level pimpinan tertinggi hingga unsur pelaksana di level terbawah. Sekat-sekat yang mungkin masih mengganjal terkait beban dan tanggung jawab masing-masing harus bisa diselesaikan dan dicairkan, sehingga dalam melaksanakan tugas masing-masing menjelang Pemilu 2024 tidak ada aroma persaingan atau saling mengganjal di antara kedua institusi tersebut. 

    Umumnya propaganda harus juga dilawan dengan pemberian penjelasan yang transparan dan detail, terkait dengan informasi yang salah dalam pesan propaganda yang sudah disebarkan. Jika diperlukan, jadikan tokoh-tokoh masyarakat untuk melawan pesan propaganda yang disebarkan tokoh atau partai politik.

    Jangan malu atau gentar untuk melawan pesan-pesan negatif tersebut, baik di media massa maupun di media sosial. Pertimbangkan mana informasi yang bisa disebarkan, dan mana yang mungkin masih harus dipilah untuk tetap dijaga rahasianya. 

    Jangan takut, toh hingga saat ini, institusi Polri maupun TNI, masih amat dipercaya oleh masyarakat. Polri dan TNI kompak menjadi modal utama Indonesia kuat. (Red. PUBLIKBANYUWANGI)

    Banyuwangi Jatim
    Soberi

    Soberi

    Artikel Sebelumnya

    As SDM Kapolri Buka Pelatihan Pemeliharaan...

    Artikel Berikutnya

    Percepat Pertumbuhan Ekonomi, Gubernur Jatim...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Syafruddin Adi

    Syafruddin Adi verified

    Postingan Bulan ini: 214

    Postingan Tahun ini: 3313

    Registered: Apr 8, 2021

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 160

    Postingan Tahun ini: 2565

    Registered: May 25, 2021

    Narsono Son

    Narsono Son verified

    Postingan Bulan ini: 90

    Postingan Tahun ini: 634

    Registered: Jul 9, 2020

    Siswandi

    Siswandi verified

    Postingan Bulan ini: 77

    Postingan Tahun ini: 901

    Registered: Jul 11, 2020

    Profle

    Muh Hasyim Hanis, SE, S.Pd verified

    Perkuat Persatuan dan Persaudaraan Antara Anggota, Kodim 0719/Jepara Gelar Pertandingan Tenis Meja Untuk Meriahkan HUT RI Ke-77
    Bentuk Karakter Disiplin, Tanggungjawab, Religius dan Sadar Bela Negara Serta Cinta Tanah Air, Danramil 06/Barabai Sampaikan Wasbang
    Dandim 0312/Padang dan Kapolresta Pastikan Keadaan Aman untuk Proses Belajar dan Mengajar di Sekolah
    Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid dan Peningkatan Pendapat Warga,Walinagari Sungai Buluh Bagikan Bibit Tanaman Mangga dan Manggis

    Rekomendasi

    Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Prof Hadi Subhan Bahas Hukum Kepailitan di Indonesia
    FISIP dan Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Jalin Kerjasama 
    Pemkab Gelar Forum Konsultasi Publik Soal RDTR Penunjang Kawasan Industri Madura
    Permudah Mobilisasi, KKN ITS Terangi Jalan di Pelosok Tuban
    Wakapolri Bicara Bagaimana Melindungi Dunia Pendidikan dari Paham Radikalisme

    Ikuti Kami