Oh Ternyata, Dibalik Gencarnya Penertiban Gerai Rapid Test Antigen di Pelabuhan Ketapang

    Oh Ternyata, Dibalik Gencarnya Penertiban Gerai Rapid Test Antigen di Pelabuhan Ketapang

    Banyuwangi - Gencarnya Penertiban yang dilakukan Dinas Kesehatan, Satpol PP, dan Komisi I DPRD Kabupaten Banyuwangi terhadap gerai rapid test antigen tak berizin yang berada di sekitar Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi Jawa Timur, menuai protes beberapa pemilik gerai. Pasalnya, Dinas Kesehatan setempat yang melakukan penutupan dan penyegelan terkesan tebang pilih saat memberikan rekomendasi izin operasional terhadap gerai tersebut.

    Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun dari beberapa pengusaha rapid test antigen yang beroperasi di wilayah Kecamatan Kalipuro menyebutkan, saat ini mereka merasa dipersulit dalam memperoleh surat rekomendasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi. Bahkan para pengusaha rapid test antigen tersebut menduga adanya kesengajaan untuk memperlambat proses rekomendasi pos pelayanan rapid test yang dilakukan dinas terkait.

    Yahya Umar salah satu pemilik Pos Swab Sri Tanjung di Dusun Selogiri Desa Ketapang yang melayani rapid test antigen bagi warga yang akan menyebrang ke Pulau Bali harus menutup usahanya. Padahal saat ini dirinya sudah memenuhi seluruh persyaratan untuk mendapatkan rekomendasi tersebut. "Padahal seluruh persyaratan sudah dinyatakan lengkap dan bahkan menurut informasi dari staf di Dinas Kesehatan ada 9 berkas yang sudah selesai namun tak kunjung diserahkan. Ada permainan apa lagi ini?" ucapnya.

    GO.WEB.ID
    market.biz.id GO.WEB.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Padahal sebelumnya, Camat Kalipuro Astorik selaku Ketua Satgas Covid-19 Kecamatan Kalipuro pernah mengatakan dalam pengurusan rekomendasi izin operasional Pos Swab Antigen tidak membutuhkan waktu lama. Menurutnya, pelayanan rekomendasi hanya membutuhkan waktu satu hari. Penjelasan Astorik ini pernah disampaikan secara langsung ke pengusaha rapid test antigen dan ASDP. Pernyataan tersebut jika dibandingkan dengan kenyataan yang terjadi dilapangan saat ini terkesan hanya omong kosong dan retorika belaka.

    Dari kasak-kusuk yang berhembus belakangan ini, pengurusan rekomendasi izin dari Dinas Kesehatan Banyuwangi ada dugaan intervensi dari salah satu lembaga, sehingga rekomendasi yang keluar terkesan tebang pilih. Padahal, jika dilihat dari segi sosial masyarakat sangat berpengaruh terhadap lingkungan khususnya warga Desa Ketapang. Karena, setiap Gerai Rapid Test Antigen yang ada di sekitaran Pelabuhan Ketapang sedikitnya mempekerjakan 15 orang warga setempat. 

    Karena terkesan tebang pilih saat memberikan rekomendasi tersebut, rencananya para pengusaha dan pekerja yang saat ini belum mengantongi rekomendasi izin akan beramai-ramai mendatangi Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi hari Senin depan.

    Banyuwangi Jatim
    Hariyono SH

    Hariyono SH

    Artikel Sebelumnya

    Polhutmob Perhutani Banyuwangi Selatan Berhasil...

    Artikel Berikutnya

    Tanda Tanya Dibalik Gencarnya Penertiban...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Syafruddin Adi

    Syafruddin Adi verified

    Postingan Bulan ini: 183

    Postingan Tahun ini: 3282

    Registered: Apr 8, 2021

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 136

    Postingan Tahun ini: 2541

    Registered: May 25, 2021

    Narsono Son

    Narsono Son verified

    Postingan Bulan ini: 68

    Postingan Tahun ini: 612

    Registered: Jul 9, 2020

    Siswandi

    Siswandi verified

    Postingan Bulan ini: 68

    Postingan Tahun ini: 892

    Registered: Jul 11, 2020

    Profle

    wirzalcan verified

    Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid dan Peningkatan Pendapat Warga,Walinagari Sungai Buluh Bagikan Bibit Tanaman Mangga dan Manggis
    Klaim Pendidikan Seksual dalam Konten Media Sosial, Dosen UNAIR: Bukan Kegiatan Seksual dengan Tanggung Jawab
    Dituntut Kepastian Laporan Terkait Kasus Penyerobotan Tanah dan Pemalsuan Surat, Ini Jawaban Kasat Reskrim Polres Bantaeng
    Balasan Surat Pelaksana D.I Batang TerusanK Embali Dibalas LSM AntiK Orupsi Terkait Dugaan Adanya Pelanggaran Dalam Pelaksana Pekerjaan

    Rekomendasi

    ITS Mitigasi Risiko Bencana untuk Tingkatkan Ketangguhan Kota Surabaya
    ITS Dorong Peningkatan Kekayaan Intelektual Melalui Klinik HKI
    Mahasiswi FIB Raih Juara 2 di LANGGAM Indonesia
    Tim Spektronics ITS Rebut Juara di Ajang Chem-E-Car Internasional
    Kadispenad: 51 Anggota NII Deklarasi Kembali ke NKRI di Wilayah Kodam III/Siliwangi

    Ikuti Kami