Merasa Dirugikan, Pemilik dan Karyawan Gerai Rapid Test Antigen Ancam Geruduk Dinas Kesehatan

    Merasa Dirugikan, Pemilik dan Karyawan Gerai Rapid Test Antigen Ancam Geruduk Dinas Kesehatan

    Banyuwangi - Penutupan gerai rapid test antigen di sekitar Pelabuhan Ketapang Banyuwangi berbuntut panjang. Sejumlah pemilik gerai rapid test antigen yang beroperasi di sana mengancam melakukan aksi di Dinas Kesehatan Banyuwangi. Aksi turun ke jalan tersebut rencananya bakal digelar pada Senin 14 Februari 2022 mendatang dengan melibatkan pemilik serta karyawan.

    Americano espresso shot
    market.biz.id Americano espresso shot
    16% Rp 5.000
    Beli sekarang!

    Hal tersebut diungkapkan Yahya Umar salah satu perwakilan dari gerai rapid test antigen yang saat ini belum mendapatkan rekomendasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi. Kepada wartawan dirinya mengatakan bahwa semua persyaratan yang diperlukan untuk mendapatkan rekomendasi telah dilengkapi. 

    "Ketika melakukan penutupan, Camat Astorik selaku Ketua Satgas Covid-19 Kecamatan Kalipuro mengatakan bahwa pengurusan rekomendasi itu tidak membutuhkan waktu lama, cukup sehari beres. Tapi kenyataannya, sudah seminggu rekomendasi 9 gerai ini belum juga terbit. Pokoknya sampai Senin mendatang bila rekomendasi dari Dinkes belum juga turun, kita akan menggelar aksi. Saya sendiri yang akan memimpin orang-orang turun ke jalan, " tegasnya.

    Doppio espresso shot ganda
    market.biz.id Doppio espresso shot ganda
    16% Rp 7.300
    Beli sekarang!

    Menurut Yahya Umar, saat ini ada 9 gerai rapid test antigen beroperasi di sekitar Pelabuhan ASDP Ketapang saat ini sudah mengajukan rekomendasi ke Dinas Kesehatan tapi belum juga diterbitkan. "Sembilan gerai ini sedang menunggu hasil rekomendasi dari Dinas Kesehatan, karena kami terima bocoran katanya sudah diteken tapi kami belum dapat surat resminya, " papar pemilik Pos Swab Sritanjung yang berada di depan pintu masuk Terminal Sritanjung Selogiri Ketapang.

    HARIINI.CO.ID
    market.biz.id HARIINI.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Yahya sendiri merupakan salah satu pemilik dari 9 gerai yang ditutup oleh petugas gabungan Satgas Covid-19 dan telah mengajukan rekomendasi ke Dinas Kesehatan. Lantaran lambatnya penerbitan rekomendasi dari Dinkes Banyuwangi, sehingga dirinya bersama pemilik dan karyawan 9 gerai lainnya akan melakukan aksi turun jalan. "Kalau gak ada kepastiannya kayak gini kan kasihan para karyawan yang sudah satu minggu ini gak kerja. Padahal setiap 1 gerai bisa memiliki 15 orang karyawan, dan itu mayoritas warga Desa Ketapang, " jelasnya.

    WARTASOSIAL.COM
    market.biz.id WARTASOSIAL.COM
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Selama ini pengusaha gerai rapid test antigen yang beroperasi di wilayah Ketapang telah beritikad baik untuk mengurus ijin rekomendasi. Sejumlah berkas yang ditentukan telah dipenuhi dan sudah dikirim ke Dinas Kesehatan.

    Banyuwangi Jatim
    Hariyono SH

    Hariyono SH

    Artikel Sebelumnya

    Proses Perizinan Lambat, Pemilik dan Karyawan...

    Artikel Berikutnya

    Cegah Meningkatkan Covid-19, Tim Pamor Keris...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Syafruddin Adi

    Syafruddin Adi verified

    Postingan Bulan ini: 183

    Postingan Tahun ini: 3282

    Registered: Apr 8, 2021

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 136

    Postingan Tahun ini: 2541

    Registered: May 25, 2021

    Narsono Son

    Narsono Son verified

    Postingan Bulan ini: 70

    Postingan Tahun ini: 614

    Registered: Jul 9, 2020

    Siswandi

    Siswandi verified

    Postingan Bulan ini: 68

    Postingan Tahun ini: 892

    Registered: Jul 11, 2020

    Profle

    wirzalcan verified

    Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid dan Peningkatan Pendapat Warga,Walinagari Sungai Buluh Bagikan Bibit Tanaman Mangga dan Manggis
    Klaim Pendidikan Seksual dalam Konten Media Sosial, Dosen UNAIR: Bukan Kegiatan Seksual dengan Tanggung Jawab
    Dituntut Kepastian Laporan Terkait Kasus Penyerobotan Tanah dan Pemalsuan Surat, Ini Jawaban Kasat Reskrim Polres Bantaeng
    Balasan Surat Pelaksana D.I Batang TerusanK Embali Dibalas LSM AntiK Orupsi Terkait Dugaan Adanya Pelanggaran Dalam Pelaksana Pekerjaan

    Rekomendasi

    ITS Mitigasi Risiko Bencana untuk Tingkatkan Ketangguhan Kota Surabaya
    ITS Dorong Peningkatan Kekayaan Intelektual Melalui Klinik HKI
    Mahasiswi FIB Raih Juara 2 di LANGGAM Indonesia
    Tim Spektronics ITS Rebut Juara di Ajang Chem-E-Car Internasional
    Kadispenad: 51 Anggota NII Deklarasi Kembali ke NKRI di Wilayah Kodam III/Siliwangi

    Ikuti Kami