24.49 Miliar, Pemkab Banyuwangi Serahkan Insentif Nakes Covid-19

    24.49 Miliar, Pemkab Banyuwangi Serahkan Insentif Nakes Covid-19
    Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani secara simbolis menyerahkan insentif kepada perwakilan nakes

    Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi kembali memberikan insentif kepada para tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan Covid-19. Total anggaran yang diperuntukkan tersebut sebesar Rp 24.49 miliar, yang diambilkan dari anggaran APBD Banyuwangi.

    Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyerahkan secara simbolis insentif tersebut kepada perwakilan tenaga kesehatan, Rabu (24/11/2021). "Insentif ini sebagai apresiasi atas dedikasi para nakes dalam menangani Covid-19. Tentu ini tidak sebanding dengan pengorbanan yang telah bapak/ibu lakukan. Namun kami berharap insentif ini bisa menjadi penyemangat bapak/ibu dalam menjalankan tugas, " ucapnya.

    OTOSATU.COM
    market.biz.id OTOSATU.COM
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Menurut Ipuk, Insentif tersebut disalurkan dalam dua tahap. Tahap pertama yang dibagikan pada bulan Juli 2021 lalu telah tersalurkan sebesar Rp 13.8 milyar. Anggaran itu diperuntukkan buat tenaga kesehatan yang bekerja di dua rumah sakit daerah yaitu RSUD Blambangan dan RSUD Genteng, 45 puskesmas, dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

    Kali ini, Banyuwangi kembali menyalurkan insentif nakes untuk tahap kedua senilai Rp10.49 miliar. Di tahap kedua ini, telah tersalurkan insentif senilai Rp1.64 miliar bagi 392 tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 di Puskesmas dan Labkesda. Sisanya dalam waktu dekat akan segera disalurkan pada nakes lainnya. "Penyaluran insentif ini langsung disalurkan ke rekening masing-masing nakes penerima insentif, " tambah Ipuk.

    Menurut Ipuk, sebagai garda terdepan penanganan Covid-19 di Banyuwangi, nakes memiliki jasa yang sangat besar. Mereka tak hanya mengabdi di fasilitas kesehatan, tapi juga berdedikasi dengan membantu penyiapan protokol kesehatan di rumah ibadah, pesantren, rumah makan, hingga destinasi wisata. "Sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas dedikasi para nakes, semoga menjadi ibadah yang diganjar berkah oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, " katanya.

    Ipuk menambahkan, asesmen situasi Covid-19 di Banyuwangi sudah masuk ke level satu. Artinya tingkat risiko penularannya dinilai rendah. Hal ini lantaran Banyuwangi telah memenuhi sejumlah indikator penilaian, di antaranya capaian vaksinasi dosis satu telah melampaui batas yang ditetapkan, yakni 70 persen dari total sasaran. Dan capaian vaksinasi dosis satu untuk lansia minimal 60 persen.

    "Di Banyuwangi sendiri, pada 22 November cakupan vaksinasi dosis satu telah mencapai 76, 85 persen. Dan vaksinasi lansia telah mencapai 68, 87 persen. Tentu ini berkat kerja keras para nakes yang tanpa kenal lelah terus melakukan serbuan vaksinasi. Jemput bola turun ke desa-desa bahkan menjemput ke rumah-rumah warga. Terima kasih banyak, semoga kerja keras bapak/ibu menjadi berkah untuk keluarga, " ujarnya.

    Ipuk mengajak para nakes untuk meningkatkan pelayan kepada masyarakat. Dirinya berpesan agar setiap puskesmas terus menggencarkan gerakan Mal Orang Sehat. "Ayo terus bersinergi, bersama-sama kita hadapi covid-19. Di sisi lain, kita juga harus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Jangan sampai ada warga yang masih kesulitan mengakses layanan kesehatan. Tindakan preventif juga harus kita perkuat. Maka gerakan puskesmas sebagai ‘Mal Orang Sehat’ harus kembali digencarkan. Sehingga orang ke Puskesmas bukan hanya pas sakit, tapi juga ketika sehat untuk konsultasi agar terus sehat, " imbuhnya.

    Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi dr. Widji Lestariono menjelaskan, insentif nakes ini diberikan kepada tenaga kesehatan yang bekerja menangani Covid-19 di RSUD Blambangan, RSUD Genteng, Laboratorium kesehatan daerah (labkesda), dan 45 puskesmas. "Jumlah insentif masing-masing nakes tidak sama. Pemberiannya berdasarkan jumlah hari kerja, jumlah kasus terkonfirmasi yang jadi pemantauan, dan sebagainya, sehingga antara satu nakes dengan lainnya berbeda nilai insentifnya, " kata Rio.

    Rio juga menjelaskan, jika antara satu perawat dengan perawat lainnya bisa berbeda insentif yang didapat, itu tergantung jumlah hari kerja dan kasus yang ditangani. Bahkan bisa jadi, insentif perawat lebih besar dari insentif dokter. Peruntukan insentif nakes yang berasal dari APBD Banyuwangi ini diberikan mulai dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya seperti laboratorium medik, nutrisionis, sanitarian, dan lainnya. (Hariyono)

    Nasi Goreng Spesial
    market.biz.id Nasi Goreng Spesial
    44% Rp 2.500
    Beli sekarang!

    Hariyono SH

    Hariyono SH

    Artikel Sebelumnya

    Lewat Jagoan Digital, Pemkab Banyuwangi...

    Artikel Berikutnya

    Percepat Pertumbuhan Ekonomi, Gubernur Jatim...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Syafruddin Adi

    Syafruddin Adi verified

    Postingan Bulan ini: 183

    Postingan Tahun ini: 3282

    Registered: Apr 8, 2021

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 136

    Postingan Tahun ini: 2541

    Registered: May 25, 2021

    Narsono Son

    Narsono Son verified

    Postingan Bulan ini: 70

    Postingan Tahun ini: 614

    Registered: Jul 9, 2020

    Siswandi

    Siswandi verified

    Postingan Bulan ini: 68

    Postingan Tahun ini: 892

    Registered: Jul 11, 2020

    Profle

    wirzalcan verified

    Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid dan Peningkatan Pendapat Warga,Walinagari Sungai Buluh Bagikan Bibit Tanaman Mangga dan Manggis
    Klaim Pendidikan Seksual dalam Konten Media Sosial, Dosen UNAIR: Bukan Kegiatan Seksual dengan Tanggung Jawab
    Dituntut Kepastian Laporan Terkait Kasus Penyerobotan Tanah dan Pemalsuan Surat, Ini Jawaban Kasat Reskrim Polres Bantaeng
    Balasan Surat Pelaksana D.I Batang TerusanK Embali Dibalas LSM AntiK Orupsi Terkait Dugaan Adanya Pelanggaran Dalam Pelaksana Pekerjaan

    Rekomendasi

    ITS Mitigasi Risiko Bencana untuk Tingkatkan Ketangguhan Kota Surabaya
    ITS Dorong Peningkatan Kekayaan Intelektual Melalui Klinik HKI
    Mahasiswi FIB Raih Juara 2 di LANGGAM Indonesia
    Tim Spektronics ITS Rebut Juara di Ajang Chem-E-Car Internasional
    Kadispenad: 51 Anggota NII Deklarasi Kembali ke NKRI di Wilayah Kodam III/Siliwangi

    Ikuti Kami